

Frits Ramandey (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menyebut, siklus kekerasan yang terjadi di wilayah konflik dan rawan konflik di tanah Papua ada dugaan dipelihara. Ini setelah mencuat dugaan keterlibatan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dalam jaringan pemasok amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Sebagaimana Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap jaringan pemasok senjata dan amunisi yang beroperasi di Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (29/9).
”Ini semakin memperkuat bahwa siklus kekerasan yang selama ini terjadi di wilayah konflik dan wilayah rawan konflik, yang dipelihara oleh oknum-oknum anggota TNI yang bertugas di wilayah-wilayah tersebut,” ungkap Kepala Sekretariat Komnas HAM RI di Papua, Frits Ramandey, Kamis (2/10).
Menurut Frits, keterlibatan aparat dalam kasus jual beli senjata dan amunisi di tanah Papua. Menunjukan bahwa para Satgas yang ditugaskan di wilayah konflik minim pengawasan dari satuan atas. Akibat minimnya pengawasan, maka orang-orang ini memiliki misi bisnis, bukan lagi misi pengamanan.
Page: 1 2
Bupati Yunus Wonda mengatakan dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura untuk mengecek langsung…
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali memberikan Surat Keputusan (SK) sebagai pelaksana Tugas (Plt) dapat Pejabat eselon …
Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dan penuh haru. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum kepada bangsa…
Keterangan yang diberikan Dalu akan menjadi bahan pertimbangan penyidik untuk menentukan langkah pemeriksaan berikutnya. Juru…
Dari video yang beredar terlihat sejumlah wartawan yang menunggu sempat melontarkan pernyataan mengapa yang mengenakan…
Dari pernyataan bersama organisasi pers dan jurnalis yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi…