

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui awak media di halaman Pendopo, Sp3, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 9 Januari 2026, (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Kepolisian Resor (Polres) Mimika berhasil mengungkap dua dari tiga kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Mimika pada 29 November dan 2 Desember 2025 lalu. Dalam hal ini, polisi berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan 2 Desember 2025 dan di 2 lokasi berbeda.
Kata Kapolres, penangkapan itu dilakukan pada tanggal 6 Januari 2026. Tiga orang diantaranya ditangkap sebagai saksi, sedangkan tiga orang lainnya merupakan terduga pelaku.
“Alhamdulillah tiga hari yang lalu sudah kita amankan itu ada enam, namun yang terduga pelaku itu tiga, yang tiga lagi itu masyarakat sebagai saksi,” kata Kapolres saat ditemui awak media di halaman Pendopo, Sp3, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 9 Januari 2026.
“Sementara kita (Kepolisian) lagi mendalami untuk motifnya, untuk perkembangan nanti kami info,” sambungnya.
Kata Kapolres, selain para terduga pelaku beserta saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian hingga. Sementara itu, kepolisian juga masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus pembunuhan di sekitar komplek pemakaman di Sp1, Distrik Wania, Mimika pada 29 November 2025 lalu.
Diberitakan sebelumnya, Polres Mimika telah membentuk dua Tim Khusus (Timsus) untuk mengungkap kasus tersebut.
Kasus pertama terjadi di Jalan Mawar, sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sp1, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu, 29 November 2025. Korban diketahui merupakan seorang mahasiswa bernama Yudha Pratama. Ia ditemukan tewas mengenaskan oleh seorang mama-mama saat sedang berangkat ke kebun.
Di tubuhnya, terdapat sejumlah luka mulai dari kepala, bagian wajah hingga anggota tubuh lainnya. Polisi lalu mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan langsung mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika dan memulai penyelidikan.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…