Categories: BERITA UTAMA

Daerah Pegunungan Masih Berpeluang Muncul Gerakkan  Unstabilitas

Kabid Humas Kamal : Upaya Soft Aproach Dikedepankan

JAYAPURA Tahun 2021 telah berlalu. Berbagai upaya yang dilakukan aparat keamanan TNI Polri juga dituntaskan bahkan hingga malam pergantian tahun. Ada banyak capaian maupun pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan.

Hanya nampaknya dari penekanan yang disampaikan Panglima TNI maupun Kapolri terkait keamanan di Papua diprediksi ada pendekatan yang bakal dirubah. Tak selalu harus dengan rotan, tak melulu dengan senjata. Terkait keamanan, banyak yang memprediksi jika tahun 2022 ini khusus yang berkaitan dengan ideology dan keamanan daerah dari kelompok berseberangan diyakini tidak banyak berubah.

  Kelompok – kelompok yang berseberangan diyakini masih akan melakukan gerakan – gerakan yang menimbulkan keresahan, kekacauan bahkan unstabilitas keamanan daerah. Itu bisa dilihat dari komitmen awal tahun dari salah satu kelompok Undius Kogeya yang terang – terangan menyatakan siap melanjutkan peperangan melawan TNI Polri. Itu ditandai dengan mengibarkan tiga bendera Bintang Kejora di Intan Jaya pada akhir pergantian tahun lalu.

  Namun terkait ini Polda Papua enggan terlalu menanggapi dan tetap focus pada program  pengembangan dan pembangunan manusia sesuai dengan petunjuk Kapolri.

  Meski demikian Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol, Ahmad Mustofa Kamal menyebut bahwa daerah pegunungan masih berpeluang terjadi gangguan – gangguan keamanan. Hanya saja polisi menurutnya tak  mau terbawa arus konflik yang hanya merugikan masyarakat.

“Kami pikir daerah pegunungan yang masih terjadi riak riak sehingga tetap perlu diantisipasi. Hanya

saja kami tidak mau terlalu dipusingkan dengan penyampaian kelompok ini, ” kata Kamal di ruang

kerjanya, Senin (3/1).

  Apalagi sesuai dengan petunjuk Kapolda Papua yang meminta agar dalam operasi harus  berpikir cerdas dan tidak harus memburu apabila tak ada kejahatan atau peristiwa karena pasti efeknya berbeda.

  Jika terus memburu atau mengejar maka bisa saja ada korban yang berjatuhan dan pihaknya menghindari ada korban dari masyarakat sipil.

“Itu yang disampaikan, lebih kalem selama tidak ada insiden atau peristiwa dan perlu lebih bijak mensikapi situasi – situasi seperti itu, ” bebernya.

  Polisi sendiri kata Kamal akan lebih banyak mengedepankan upaya soft  approach yang tujuannya adalah dalam upaya pendekatan keamanan tidak selalu harus dengan senjata tetapi masih ad acara – cara lain yang bisa mengajak untuk berubah. “Kami memastikan akan terus mengedepankan ini (soft approach) dan menggandeng pemerintah setempat untuk sama – sama membangun daerahnya. ” tandasnya. (ade)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKB

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

13 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

14 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

15 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

16 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

18 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

19 hours ago