Categories: BERITA UTAMA

Hofni Simbiak: Pembagian Perwakilan Tidak Seimbang

*Yang Lolos 42 Nama Diminta Tahu Dirilah

JAYAPURA – Pengumuman hasil sementara 42 nama yang masuk dalam seleksi 14 kursi DPR Papua dari jalur pengangkatan atau jalur adat mendapat masukan dan catatan dari Pdt Hofni Simbiak. Pria yang dulu pernah menjadi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) ini berpendapat bahwa ada yang tidak seimbang dari daftar 42 nama. 

Ini berkaitan dengan perwakilan wilayah dimana kata Hofni untuk Kabupaten Biak dan Supiori ternyata hanya diwakili masing – masing satu orang sementara untuk Kabupaten Yapen dan Waropen  lebih dari satu. 

 “Saya melihat dari 42 nama ini tidak seimbang dimana Biak hanya 1 orang dan tak ada daftar tunggu sedangkan Yapen dan Waropen ada daftar tunggunya. Padahal kalau ada PAW paling tidak nama yang kedua bisa mewakili. “Saya melihat ini tidak fair,” tambahnya. 

Lalu Hofni melihat sebagian besar dari 42 nama ini justru orang yang dulunya pernah menjabat sebagai anggota DPR maupun pejabat pemerintahan di daerah. Padahal jelas roh dari 14 kursi adalah untuk masyarakat adat, bukan mereka yang pernah berpolitik. 

 “Saya pikir tahu diri saja, sebagian besar malah mantan anggota DPR dan orang partai. Saya pikir tahu diri saja 14 kursi ini dikhususkan untuk kelompok adat, jangan lagi sudah pernah jadi politisi, jadi pejabat tapi masih mau mengambil kursi milik adat. Saya berkomentar karena setelah diumumkan ada waktu 3 hari mendengar respon masyarakat dari nama – nama ini,” tambahnya.

Hofni sendiri  dulunya sempat tertarik namun setelah menerima surat dari dewan adat bahwa 14 kursi khusus perwakilan adat yang tak berpolitik akhirnya dirinya mundur.  “Pertanyaannya mengapa ini bisa terjadi. Apakah Pansel tidak cermat atau memang ada kesengajaan atau ada hal lain. Saya berharap Pansel bekerja dengan jujur tanpa pesan. Jangan menimbulkan konflik. Sebab yang ada data seperti ini sangat mudah untuk membuat sesama orang Papua baku protes. Jika corona sudah menghantam manusia saya pikir jangan lagi politik seperti ini merugikan sesama orang asli Papua,” bebernya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

3 hours ago

Demi Harga Diri

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…

5 hours ago

Adhyaksa FC Tak Gentar Dukungan Suporter Tuan Rumah

Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…

6 hours ago

Wasit Asal Uzbekistan Pimpin Laga Persipura v Adhyaksa FC

Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…

7 hours ago

Panpel Persipura Minta Penonton Tertib

Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…

8 hours ago

Pemprov Papua Fasilitasi Nobar Persipura vs Adhyaksa FC

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…

9 hours ago