Categories: BERITA UTAMA

Penambangan Ilegal Berbahaya bagi Lingkungan dan Warga

JAYAPURA-Penambangan emas ilegal yang terjadi di daerah Buper Waena, memberikan dampak pada lingkungan maupun keselamatan warga yang bermukim di dekat daerah itu.

 “Tentu dampak dari penambangan liar atau ilegal di lokasi dekat Buper Waena, lama kelamaan akan memengaruhi lingkungan. Khususnya sungai di daerah sana, dan pemukiman warga. Karena tempat dilakukannya penambangan di atas bukit dan di sekitarnya ada pemukiman warga,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura Ir.Hj. Ketty Kailola M.Si., kepada wartawan Cenderawasih Pos, Jumat (3/7) kemarin.

Ir. Hj. Ketty Kailola, M.Si. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Dalam melakukan penambangan emas ilegal, Ketty melihat banyak alat berat yang digunakan untuk mengangkut sedimen material yang kemudian dipisah untuk mencari emas. Dalam memisahkan butiran emas dengan unsur tanah menurutnya membutuhkan bahan-bahan keras yang dampaknya bisa mencemari lingkungan dan pemukiman warga.  “Sangat berbahaya karena ada bahan mercuri yang bisa mengkontaminasi air, sungai dan lingkungan,” bebernya.  

Menurutnya, jika terus dilakukan penggalian tanah di atas bukit, kedepannya  akan timbul kubangan air besar yang dikhawatirkan bisa terjadi longsor. Longsoran tersebut bisa menutup pemukiman warga di daerah sekitarnya atau di bagian bawah.

 “Saat dilakukan peninjauan oleh Kapolresta Jayapura Kota, Satpol PP Kota Jayapura, petugas saya  juga ikut. Berdasarkan laporan yang saya terima, aktivitas penambangan emas ilegal di sana sangat membahayakan lingkungan maupun pemukiman warga, sehingga harus dihentikan dulu. Untuk proses hukum kita tidak tahu, karena langsung ditangani Polresta. Selain itu, ada informasi itu wilayahnya masuk Kabupaten Jayapura, sehingga harus dilakukan koordinasi. Pasalnya, dampaknya dialami oleh  warga Kota Jayapura termasuk lingkungannya,” ujarnya.

Jika memang aktivitas penambangan ilegal ini bisa menimbulkan bahaya, Ketty mengatakan seharusnya pemilik hak ulayat harus berhati-hati. “Apalagi ini di daerah atas perbukitan dan di bawahnya ada pemukiman warga,” pungkasnya.(dil/nat)

newsportal

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

10 hours ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

11 hours ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

12 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

13 hours ago

Ragam Busana Nusantara Warnai Karnaval Budaya

Karnaval yang diikuti berbagai instansi dan paguyuban Nusantara ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat…

14 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

16 hours ago