

Janinul, salah satu warga Kampung Usir Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, tewas tertembak orang tak dikenal Kamis (30/5) tadi malam. (foto:istimewa)
JAYAPURA – Setelah beberapa pekan situasi keamanan di Mulia ibu kota Kabupaten Puncak Jaya provinsi Papua Tengah terbilang kondusif, Kamis (30/5) kondisi daerah setempat kembali tegang.
Ini setelah satu warga sipil bernama Jainul tewas terkapar dan bersimbah darah. Korban tewas dengan luka tembak yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Hingga kini polisi masih menelusuri kasus penembakan ini dengan mencari saksi-saksi.
Untuk kronologinya disebutkan Kejadian tersebut terjadi Kamis (30/5) sekira pukul 19.10 WIT di Kampung Usir Distrik Mulia dimana beberapa menit setelah kejadian ada seorang saksi yang melapor bahwa telah terjadi penembakan terhadap korban bernama Jainul di depan kios Kampung Usir.
Merespon hal ini tak lama personel yang dipimpin Wakapolres Puncak Jaya, Kompol Sarifuddin Ahmad langsung menuju ke tempat kejadian. Hanya dari kelompok mana pelaku penembakan tersebut masih ditelusuri aparat.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara membenarkan kejadian tersebut. “Betul ada kejadiannya tapi belum diketahui siapa pelakunya dan anggota masih mencaritahu kejadian awalnya seperti apa dan jenazah segera kami evakuasi, ” singkat Kapolres Puncak Jaya, Kuswara. (ade/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…