

Salvianus Laiyan, SH
MERAUKE– Karena terlibat politik praktis, 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke resmi diberhentikan dari statusnya sebagai ASN. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Merauke Salvianus Laiyan mengungkapkan kedua orang tersebut diberhentikan sebagai ASN sekitar 4 bulan setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif.
Keduanya diberhentikan karena maju sebagai calon anggota legeslatif periode 2024-2029. Kendati tidak terpilih pada pemilu Legeslatif yang digelar di tahun 2024 tapi bentuk konsekuensi logis yang telah memutuskan maju sebagai calon legeslatif yang digelar di tahun 2024 tersebut.
Salvianus Laiyan mengungkapkan, salah satu yang diberhentikan dari ASN tersebut adalah pegawai pada RSUD Merauke dan satunya pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke.
‘’Itu sudah diproses dan diberhentikan dari ASN. Tidak terima gaji lagi,’’ kata Salvianus Laiyan. Keduanya, lanjut Salvianus Laiyan tidak bisa pensiun dini karena keduanya belum memenuhi 20 tahun sebagai ASN dan usianya belum cukup 50 tahun.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…