Ketua LMA Distrik Ibele menegaskan, jika apabila ada indikasi -indikasi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, seharusnya di cek lagi kepada pemerintah di tingkat Distrik, kampung, tokoh gereja dipanggil dulu, tapi ini secara tiba -tiba aparat keamanan semua masuk bersenjata lengkap yang membuat masyarakat tak bebas.
“Kami minta kepada Bupati Jayawijaya untuk melakukan koordinasi dengan Dandim 1702/Jayawijaya menarik aparat keamanan yang ada di Distrik Ibele, masyarakat kami tidak bebas untuk melakukan aktifitas kesehariannya,” tegas Mosib
Sementara Itu Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Arh. Reza Ch, Mamoribo menyatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi tersebut dari warga di Distrik Ibele, karena sampai saat ini tidak ada kegiatan aparat TNI yang membuat susah masyarakat, justru sebaliknya kehadiran aparat disana membantu masyarakat.
“Alasan apa mereka minta kami menarik personil TNI disana, tidak ada kegiatan kami yang bikin susah masyarakat, saya juga sudah ketemu beberapa hari lalu dengan ketua LMA Jayawijaya dan tidak ada permintaan itu,” bebernya (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…