Ketua LMA Distrik Ibele menegaskan, jika apabila ada indikasi -indikasi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, seharusnya di cek lagi kepada pemerintah di tingkat Distrik, kampung, tokoh gereja dipanggil dulu, tapi ini secara tiba -tiba aparat keamanan semua masuk bersenjata lengkap yang membuat masyarakat tak bebas.
“Kami minta kepada Bupati Jayawijaya untuk melakukan koordinasi dengan Dandim 1702/Jayawijaya menarik aparat keamanan yang ada di Distrik Ibele, masyarakat kami tidak bebas untuk melakukan aktifitas kesehariannya,” tegas Mosib
Sementara Itu Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Arh. Reza Ch, Mamoribo menyatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi tersebut dari warga di Distrik Ibele, karena sampai saat ini tidak ada kegiatan aparat TNI yang membuat susah masyarakat, justru sebaliknya kehadiran aparat disana membantu masyarakat.
“Alasan apa mereka minta kami menarik personil TNI disana, tidak ada kegiatan kami yang bikin susah masyarakat, saya juga sudah ketemu beberapa hari lalu dengan ketua LMA Jayawijaya dan tidak ada permintaan itu,” bebernya (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…