

Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan, Irwanto F. Halitopo didampingi stafnya saat berikan keterangan pers, Jumat, (11/8). (FOTO:Dok Pemprov Papua Pegunungan)
JAYAPURA– Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (PP) melalui Dinas PUPR berkomitmen untuk memberikan ruang khusus bagi para pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di 8 kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Pegunungan.
Keberpihakan terhadap pengusaha OAP dimulai dengan kegiatan pelatihan dan uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua Pegunungan (HPOAPP) oleh Dinas PUPR bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Pegunungan, Irwanto F. Halitopo mengungkapkan, melalui pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi HPOAP diharapan ke depan para pengusaha tersebut bisa bersaing secara sehat dengan para pengusaha Nusantara lainnya yang ada di Papua Pegunungan.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi, bukan hanya Dinas PU PR sendiri, tetapi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura,” kata Irwanto F. Halitopo, Sabtu (12/8).
Dia mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan selama lima hari, diikuti oleh 68 pengusaha OAP Pegunungan.”68 pengusaha ini, semua OAP Pegunungan,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kemampuan dari para pengusaha OP di 8 kabupaten di wilayah Papua Pegunungan dapat bersaing dan tentunya mereka diharapkan dapat mandiri dan bersaing secara sehat. Pihaknya berharap, ketika mereka dipercayakan untuk menyelesaikan pekerjaan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mereka dapat menyelesaikan semua kegiatan baik fisik maupun non fisik dengan baik.(roy/tho)
Utamanya adalah terkait karakter yang erat kaitannya dengan lingkungan dan pergaulan anak muda. Ondoporo Keray,…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…