

Ketua KPU Papua Diana Dorteha Simbiak (Foto: Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Diana Dorthea Simbiak mengatakan pemenuhan logistik di wilayah Terpencil, Terluar dan Terisolir (3T) menjadi fokus utama KPU dalam pendistribusian logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua.
Ketua KPU Papua Dorthea mengaku berdasarkan hasil rapat bersama ke ketua KPU di kabupaten/kota pada, Rabu (25/6) hingga saat ini di KPU kabupaten/kota sementara proses pendistribusian di gudang masing-masing sebelum ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Dari hasil rapat terakhir kami tadi, sekarang mereka lagi kerjakan di gudang logistik. Mereka lagi kerjakan,” jelas Dorthea kepada Cenderawasih Pos, Rabu (25/6).
Hingga saat ini, Dorthea mengaku belum ada hambatan ataupun kendala dalam pendestribusian logistik ini. Dirinya juga belum mendapatkan laporan dari KPU tingkat bawah.
Kendati demikian Dorthea mengatakan ia telah perintah semua pihak di KPU kota/kabupaten untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh alat perlengkapan Pemilihan Umum (Pemilu) di gudang KPU kabupaten/kota seperti; Kotak suara, Surat suara, Tinta, Bilik pemungutan suara, Sampul kertas, Tanda pengenal KPPS/KPPSLN, petugas ketertiban, dan saksi, Karet pengikat surat suara, Lem/perekat, Kantong plastik, Pena bolpoin (ballpoint), Gembok, Spidol hingga alat bantu tuna netra, dan lain sebagainya.
Page: 1 2
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…