Categories: PAPUA TENGAH

Meski Tak Program Prioritas, Pengelolaan Aset Sekolah Perlu Dibenahi

Christian Sohilait ( foto: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebutkan bahwa salah satu program yang menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya untuk diselesaikan adalah persoalan aset sekolah.

 “Ini program yang harus dibenahi, sekalipun bukan menjadi program prioritas. Tapi tetap perlu kita benahi,” ungkap Christian Sohialit, Kamis (14/1) kemarin.

 Kata Sohilait, persoalan tentang aset sekolah hingga saat ini masih membebani semua guru, dan semua kepala sekolah memiliki persoalan yang sama terkait dengan aset sekolah ini, baik di Nabire, Biak, maupun di Wamena memiliki persoalan ini.

“Aset ini seperti sertifikat tanah yang sudah tidak ada, ada yang tanahnya sudah diambil orang dan lokasinya sudah masuk (area sekolah). Ada yang peralatan bengkel sekolah dicuri maupun dibongkar. Nah, pengendalian dan pengelolaan aset inilah yang saya pikir kita akan benahi bersama-sama,”tandasnya.(gr/ary)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

9 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

10 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

11 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

12 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

13 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

14 hours ago