

dr. Aaron Rumainum ( FOTO: Yewen/Cepos)
JAYAPURA- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menjelaskan, jika terjadi skenario di mana seseorang menolak untuk divaksin, maka hal pertama yang dilakukan tentunya memeriksa kondisi kesehatan dari orang tersebut.
“Jadi, kita screening, seperti gula darah dan tekanan darah. Kalau tidak ada komorbid (penyakit penyerta), kita tanyakan apa yang ditakutkan sehingga tidak mau menerima vaksin. Jadi, kita tidak langsung menghakimi kalau ada orang yang menolak,” ungkap dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Rabu (13/1) kemarin.
Menurut dr. Rumainum, jikalau seseorang menolak untuk menerima vaksin, barangkali karena yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid. Oleh karenanya, pihaknya tidak langsung menghakimi seseorang jikamenolak untuk divaksin.
“Kalau ada yang menolak, mungkin dia tahu dia memiliki penyakit komorbid. Namun, saya lebih suka melakukan suntik vaksin kepada mereka yang tidak takut daripada mereka yang takut. Artinya, kalau menyuntik vaksin kepada orang yang takut, bisa saja dia pingsan,” pungkasnya. (gr/ary)
Saat kapal dalam perjalanan menuju Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…