

BTM saat kampanye perdana di Koya Barat, Kamis (12/6). (Foto/Istimewa)
JAYAPURA-Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano (BTM) bersama pasangannya, Contant Karma, resmi memulai kampanye terbuka menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.
Kampanye perdana digelar di Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Di lokasi itu, BTM bertemu langsung dengan sejumlah kepala suku dan para ketua paguyuban dari berbagai etnis yang tinggal di wilayah Koya.
Dalam orasinya, BTM menegaskan bahwa dirinya maju dalam Pilkada bukan untuk mengejar kekayaan pribadi, melainkan demi kesejahteraan rakyat Papua.
“Jika saya ingin mencari harta, mungkin saya tidak akan maju sebagai calon gubernur. Saya sudah terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029. Tapi kemenangan itu saya jadikan batu loncatan untuk mengabdi lebih luas sebagai calon Gubernur Papua,” tegas BTM.
Ia menjelaskan bahwa keputusan maju sebagai anggota DPR RI sebelumnya adalah bagian dari strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), untuk mengukur sejauh mana dukungan masyarakat terhadap kader partai yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah.
“Dan itu telah saya lakukan. Saya terpilih sebagai anggota DPR RI, dan dalam Pilkada lalu saya menang secara suara. Namun karena ada hal lain, pilkada ini diputuskan untuk dilakukan pemungutan suara ulang,” tambahnya.
Setelah Koya, BTM dan timnya juga melanjutkan kampanye ke Kabupaten Keerom. Di Kampung Kuimi, Arso Kota, ia bertemu langsung dengan masyarakat adat dan memaparkan visi serta program prioritas jika dipercaya memimpin Papua.
Page: 1 2
Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…
Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…