Dia mengatakan, terkait hal ini juga telah menjadi catatan pihak kepolisian dan kepolisian juga telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah mana saja yang dianggap rawan terhadap penyelenggaraan pemilu 2024 ini. “Termasuk Moso di dalamnya,” singkatnya.
Dia menerangkan tekanan yang dilakukan masyarakat terhadap KPU Kota Jayapura itu terkait dengan adanya permintaan penambahan TPS, kemudian ada juga permintaan untuk memindahkan TPS, termasuk ada usulan untuk menambah pemilih.
Pihaknya menegaskan tidak akan menambah TPS, karena warga yang diminta untuk dimasukkan dalam data pemilih tetap itu bukan merupakan warga kota Jayapura. Sementara Pemilu kali ini, merupakan pemilih berbasis e-ktp. Sehingga siapa yang memiliki KTP kota Jayapura barulah, diperbolehkan untuk memilih atau mengambil bagian dalam proses demokrasi 5 tahunan itu. (roy/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…