Dia mengatakan, terkait hal ini juga telah menjadi catatan pihak kepolisian dan kepolisian juga telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah mana saja yang dianggap rawan terhadap penyelenggaraan pemilu 2024 ini. “Termasuk Moso di dalamnya,” singkatnya.
Dia menerangkan tekanan yang dilakukan masyarakat terhadap KPU Kota Jayapura itu terkait dengan adanya permintaan penambahan TPS, kemudian ada juga permintaan untuk memindahkan TPS, termasuk ada usulan untuk menambah pemilih.
Pihaknya menegaskan tidak akan menambah TPS, karena warga yang diminta untuk dimasukkan dalam data pemilih tetap itu bukan merupakan warga kota Jayapura. Sementara Pemilu kali ini, merupakan pemilih berbasis e-ktp. Sehingga siapa yang memiliki KTP kota Jayapura barulah, diperbolehkan untuk memilih atau mengambil bagian dalam proses demokrasi 5 tahunan itu. (roy/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…
Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…
Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…
Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…