

Bripka Alisusanto hendak mengantar pulang sejumlah murid SDN Inpres Uta 2 sepulang sekolah. (Foto: Istimewa).
MIMIKA – Gelombang pasukan gabungan dari Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah memang telah angkat kaki dari tanah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah. Namun, di wilayah yang masih dibayang-bayangi sengketa tapal batas ini, denyut pengamanan tak lantas padam.
Kepala Kepolisian Sektor Mimika Barat, Ipda Muhammad Yani, menegaskan bahwa penarikan personel organik tersebut bukan berarti membiarkan Kapiraya menjadi zona tanpa pengawasan.
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah harga mati, meski kini ia harus mengandalkan sumber daya yang jauh lebih terbatas. Komitmen ini bukan sekadar retorika di atas kertas. Mengingat Kapiraya merupakan wilayah hukum Polsek Mimika Barat yang secara geopolitik masih menjadi ‘api dalam sekam’ akibat sengketa batas wilayah dengan dua kabupaten tetangga, kehadiran negara melalui seragam cokelat menjadi krusial.
Manifestasi kehadiran itu terlihat dalam rutinitas yang menyentuh nadi kehidupan warga. Patroli dialogis hingga layanan antar jemput siswa-siswi SDN Inpres Uta 2. Di tengah ketidakpastian administratif, anak-anak sekolah ini tetap harus sampai di kelas tanpa rasa takut.
“Tadi pagi pukul 08.00 WIT, personil Polsek Mimika Barat yang di pimpin oleh Bripka Alisusanto melaksanakan patroli dialogis dan disertai dengan pelayanan antar jemput anak-anak sekolah SDN Inpres Uta 2 Kapiraya,” jelas Muhammad Yani melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5).
Di lapangan, polisi tak bekerja sendiri. Mereka merajut sinergi dengan Bhabinsa Pos Ramil Kapiraya untuk menyisir setiap sudut wilayah. Langkah kaki para personel ini menyusuri pemukiman warga, melintasi rimbunnya hutan hingga Kilometer 4, dan memastikan keamanan di urat nadi ekonomi lokal, Kilometer 0 Lokpon Kapiraya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…