

Puing-puing kendaraan yang habis terbakar pasca kerusuhan di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (9/5). (foto:Yohana/Cepos)
JAYAPURA –Pasca kericuhan pertandingan “Play Off” Persipura melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5) malam, aparatur sipil negara bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan kawasan Stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5).
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, aman, dan nyaman.
“Kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan stadion, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan tanggung jawab bersama menjaga Papua tetap harmonis dan kondusif,” katanya di Jayapura, Minggu.
Mathius mengatakan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap aset kebanggaan masyarakat Papua. “Oleh sebab itu saya mengajak seluruh ASN hadir dan menunjukkan semangat gotong royong,” ujar Matius.
Dia menjelaskan dengan keterlibatan ASN dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan contoh positif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum secara bersama-sama.
“Stadion Lukas Enembe merupakan salah satu fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Papua yang harus dirawat bersama sehingga kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat Papua pasca insiden yang terjadi,” katanya lagi.
Sebelumnya, telah terjadi kerusuhan kerusuhan usai Persipura kalah 0-1 dari Adyaksa FC bertempat di Stadiun Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5).
Pemprov Papua juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas olahraga karena merupakan aset bersama yang digunakan untuk kepentingan umum, mulai dari kegiatan olahraga hingga aktivitas sehari-hari.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan pihaknya menyayangkan adanya tindakan perusakan fasilitas stadion dan kendaraan yang terjadi saat kericuhan.
“Padahal fasilitas olahraga tersebut merupakan milik bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” katanya di Jayapura, Minggu.
Menurut Chistian, masyarakat diharapkan menikmati pertandingan olahraga dengan tertib, menjaga emosi, serta menaati aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan dan keamanan bersama agar aktivitas olahraga dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…