Categories: PAPUA TENGAH

Jangan Ada Perpecahan Akibat Putusan MK

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau warga menjaga ketertiban menjelang pembacaan putusan dismissal untuk perkara Sengketa Pilkada oleh Mahkamah Konstitusi (MK). “MK menjalakan tugas sesuai kewenangan, saya harap semua pihak menghormatinya,” kata PJ Gubernur Papua, Ramses Limbong, kepada wartawan, Senin (3/2).

Diketahui, dalam sidang nanti, MK akan membacakan putusan gugur tidaknya suatu perkara atau putusan dismissal untuk perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada). Yang mana menurut jadwal, putusan dismissal dibacakan pada 4 hingga 5 Februari 2025. Gubernur Ramses juga meminta seluruh pihak untuk menghormati putusan yang akan diambil oleh MK.

“Putusan MK adalah yang terbaik, siapa pun yang terpilih wajib kita dukung. Jangan sampai karena agenda lima tahunan ini masyarakat kita justru terpecah, karena itu akan berdampak pada pembangunan Papua ke depan,” kata Gubernur Ramses. “Mari kita terima kemenangan dan kekalahan dengan penuh syukur,” sambung Ramses.

Gubernur Ramses juga menekankan bahwa keputusan MK bersifat mutlak dan harus dipatuhi oleh semua pihak, termasuk masyarakat serta pasangan calon yang berkontestasi.  “Pemerintah berharap agar suasana tetap kondusif dan tidak ada perpecahan akibat hasil pemilihan,” harapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

10 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

11 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

12 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

13 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

14 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

15 hours ago