Categories: PAPUA TENGAH

Zona Merah Wilayah Kemiskinan Jadi Prioritas Pelayanan

JAYAPURA – Dalam sebuah forum debat publik, Calon Gubernur Papua nomor urut 2, Matius Fakhiri, menyebut tiga daerah penyumbang angka kemiskinan di Provinsi Papua. Tiga daerah itu sebut Fahkiri yakni Kabupaten Waropen, Mamberamo, dan Sarmi.

Pernyataan tersebut langsung dikoreksi oleh pasangan calon gubernur Papua nomor urut, Benhur Tomi Mano atau yang akrab di sapa BTM. Dalam pernyataannya BTM menilai bahwa data yang disampaikan calon gubernur nomor urut 2 itu, perlu diluruskan agar tidak menyesatkan publik.

Menurutnya, tiga wilayah penyumbang angka kemiskinan tertinggi di Papua sebenarnya adalah Kabupaten Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen.

“Saya ingin mengoreksi. Dari satu kota dan delapan kabupaten yang menjadi cakupan wilayah pemilihan ini, daerah yang benar-benar masuk zona merah dan mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua adalah Mamberamo Raya, Supiori, dan Waropen,” sebut BTM saat memberikan klarifikasi debat publik yang digelar KPU Papua di Holltekan, Kota Jayapura, Rabu (30/7).

Dalam pemaparannya, Matius D Fakhiri menjelaskan pendekatan penanganan kemiskinan yang dinilainya lebih tepat untuk wilayah yang ada di pedalaman Papua. Sementara untuk di daerah pesisir dan perkotaan seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Biak Numfor akan menggunakan strategi berbeda.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa MDF itu mengungkapkan bahwa strategi yang ia tawarkan adalah penguatan ekonomi lokal melalui intervensi sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, peningkatan taraf hidup masyarakat hanya bisa dicapai jika pembangunan difokuskan pada tiga sektor kunci tersebut secara terpadu.

“Peningkatan ekonomi masyarakat menjadi kunci utama. Kita harus memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan agar masyarakat di daerah bisa bangkit dari kemiskinan,” ujar Fakhiri.

Menanggapi pendekatan tersebut, Paslon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano memaparkan pandangan strategisnya dalam menangani kemiskinan di Papua. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah kemiskinan harus bersandar pada empat pilar utama yakni; pendidikan yang layak, kesehatan yang terjamin, ekonomi masyarakat yang kuat, dan konektivitas infrastruktur yang baik.

“Tanpa infrastruktur yang terhubung antarwilayah, tidak mungkin pelayanan pendidikan dan kesehatan bisa merata. Kita tidak bisa bicara pembangunan ekonomi kalau akses antarwilayah saja masih sulit,” terang BTM.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

1 day ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

1 day ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

1 day ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

1 day ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

1 day ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

1 day ago