

Dokumen Cepos - BTM - Pemain Persipura Jayapura saat bertanding di Stadion Lukas Enembe, baru baru ini
JAYAPURA–Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), mengungkapkan kekhawatirannya menjelang laga penentu Liga 2 Indonesia musim ini. Ia menyoroti berbagai indikasi ketidakadilan dalam sejumlah pertandingan yang dinilai dapat merusak integritas kompetisi.
Menurut BTM, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari harga diri, identitas, dan harapan masyarakat, khususnya di Tanah Papua. Nilai-nilai seperti kerja keras, kejujuran, dan sportivitas, kata dia, seharusnya menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan.
“Setiap tanda ketidakadilan di lapangan hijau bukan hanya melukai tim, tetapi juga melukai kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/4) .
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba Balikpapan melawan Garudayaksa FC. Dalam pertandingan tersebut, muncul berbagai persepsi terkait keputusan-keputusan wasit yang dianggap tidak adil. Kontroversi juga mencuat dalam laga lain yang melibatkan Garudayaksa, terutama terkait kepemimpinan wasit dan tambahan waktu (injury time) yang dinilai tidak wajar.
Sorotan ini bahkan meluas ke tingkat nasional. Situasi semakin diperparah dengan polemik penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam kompetisi. Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi proses review setelah muncul dugaan kejanggalan, termasuk tidak terlihatnya petugas di ruang kontrol saat pengambilan keputusan.
“Jika teknologi yang seharusnya menjamin keadilan justru menimbulkan keraguan, maka ini adalah masalah serius dalam tata kelola sepak bola nasional,” tegas BTM.
Sebagai klub yang memiliki sejarah panjang dan prestasi di kancah nasional, Persipura, lanjutnya, tidak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan seharusnya ditentukan oleh kemampuan tim di lapangan, bukan oleh faktor di luar itu. Kekhawatiran ini kian menguat menjelang laga-laga krusial yang akan dihadapi Persipura.
BTM menekankan bahwa perjuangan para pemain, khususnya putra-putra Papua yang berlatih dalam berbagai keterbatasan, harus dihargai dengan kompetisi yang adil.
“Kami ingin bertanding secara adil, menang secara terhormat, dan kalah pun dengan kepala tegak,” katanya.
Page: 1 2
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…