Categories: ALL SPORT

Satukan Persepsi Atlet Prioritas

Fredrik Sokoy  (FOTO: Erik / Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – KONI Papua melalui tim Trisula KONI telah melakukan rapat koordinasi bersama 23 cabang olahraga yang melakukan TC terpusat di Jayapura. Rapat yang berlangsung selama 3 hari (14-16 Mei) di Kantor KONI itu, tim Trisula KONI Papua telah memiliki bayangan mengenai atlet prioritas dan atlet madya.

Ketua Trisula KONI Papua, Fredrik Sokoy mengatakan, sebelum menentukan mana atlet unggulan dan atlet madya. KONI melalui tim Trisula melibatkan cabang olahraga dan secara khusus para Pelatih setiap cabor.

“Yang kita lakukan, selain mereka diminta menyampaikan program yang sudah ditangani selama ini, mereka harus memiliki catatan prestasi. Kerena KONI telah membiayai selama 1 tahun lebih, mereka juga harus sudah bisa menawarkan atlet-atlet potensial dari 1 tahun mereka melakukan TC baik berjalan dan terpusat,” ungkap Sokoy kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor KONI Papua, Sabtu (16/5).

Oleh karena itu, melalui rapat tersebut, KONI Papua ingin menyelaraskan data atlet unggulan yang dimiliki oleh KONI, Puslatprov dan Cabor.

“Kita ingin satu data, KONI, Puslatprov dan Cabor. Jangan sampai selama ini kita membiayai atlet padahal dia sudah tidak terdaftar di Cabor. Sehingga kita butuh konfirmasi ke Cabornya langsung,” ujarnya pria yang juga menjabat sebagai Ketua Binpres KONI Papua.

Selain itu, melalui rapat itu juga, KONI ingin menyampaikan secara langsung kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan oleh KONI Papua dalam TC sentralisasi dan desentralisasi.

Dalam kesempatan itu, Sokoy menjelaskan kriteria mengenai atlet unggulan dan atlet madya. Menurutnya, atlet unggulan adalah atlet yang memiliki prestasi gemilang dalam dua tahun terakhir, baik single even dan multi even.

“Kemudian atlet yang masuk pelatnas, dan peraih medali di PON Jawa Barat. Dan atlet yang direkomendasi oleh Cabornya, karena kita tidak hanya menggunakan ukuran skala nasional, tapi juga catatan yang disampaikan oleh pelatih. Bahwa atletnya memiliki perkembangan yang cukup meningkat selama TC. Setelah catatan itu diberikan nanti kita akan verifikasi, bila masuk akal dan wajib masuk dalam atlet utama kita akan kategorikan atlet unggulan,” ujarnya.

“Tidak punya prestasi tapi punya potensi untuk mendapatkan prestasi kita tempatkan pada atlet madya. Kita sebut saja TC desentralisasi itu bisa di rumah, atau cabor mencari rumah kemudian latihan dari situ,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago