Dijelaskannya, dampak nyata sebelum Oplah 3-4 ton/hektare. Sesudah Oplah meningkat menjadi 6,2-7,4 ton/hektare. Peningkatan produktivitas rata-rata mencapai 100 persen melalui intervensi teknologi dan infrastruktur lahan. Ferdinandus mengatakan, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) di wilayah tersebut antara lain traktor roda empat sebanyak 200 unit, traktor roda dua, 30 unit, pompa air sebanyak 80 unit, rice transplanter, 20 unit dan alat pasca panen masuk distribusi regional. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…