

Truk yang terlihat mengantri hingga di depan Puskesmas SP 2, Mimika, Papua Tengah, Rabu (3/6/2026). (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Pertamina Sebut Antrean di SPBU Karena Situasional Pagi Hari
MIMIKA- Antrean panjang kendaraan dilaporkan kembali melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (3/6) pagi.
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik kemacetan terparah berada di SPBU SP 2. Ratusan truk logistik dan angkutan barang terpaksa mengantre hingga ratusan meter, ekor antrean bahkan mencapai area depan Puskesmas SP 2.
Kondisi ini mulai mengganggu akses fasilitas publik dan memicu keluhan dari para pengguna jalan. Demi mendapatkan pasokan solar, para pengemudi truk mengaku harus mengorbankan waktu kerja mereka untuk mengantre sejak dini hari.
“Sa sudah parkir dari jam 2 lewat tadi malam. Karena sudah tau pasti banyak yang antri untuk isi solar toh,” jelas Anto, seorang sopir truk yang ditemui di lokasi, Rabu.
Para pengemudi menyatakan belum mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan tersebut serta informasi mengenai kepastian pasokan. Kendati demikian, mereka memilih tetap bertahan di jalur antrean agar tetap dapat beroperasi.
Page: 1 2
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kembali mengingatkan masyarakat supaya waspada terhadap bahaya bahan…