

H. Jayakusuma (Eryck / Cepos)
JAYAPURA-National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Provinsi Papua sudah mengantongi 20 atlet yang akan diproyeksikan menuju Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) X tahun 2023 di Palembang, Sumatera Selatan.
Atlet-atlet tersebut merupakan hasil seleksi atau penjaringan yang dilakukan oleh Pengprov NPCI Papua di tiga daerah. Yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Biak Numfor.
“Setelah kita melaksanakan seleksi di beberapa daerah, kita telah mengantongi nama-nama yang nanti memperkuat Papua di Peparpenas X Palembang tahun 2023,” ungkap Ketua NPCI Papua, H. Jayakusuma kepada Cenderawasih Pos, Rabu (5/4).
Menurut Jayakusuma, 20 atlet tersebut merupakan atlet cabang olahraga Atletik dan Renang. Dia menuturkan jika Peparpenas X Palembang, NPCI Papua hanya mengikuti 2 cabang olahraga saja dari 6 cabang olahraga yang dipertandingkan.
“Jumlah atlet yang masuk dalam di sekretariat itu ada 20 atlet. Saat ini mereka sedang proses pemberkasan. Kita berencana hanya ikut dua cabang olahraga saja,” ujarnya.
Peparpenas tahun ini akan dilaksanakan pada 29 Juli – 3 Oktober. Sehingga setelah perayaan idul fitri, 20 atlet tersebut mulai melakukan pemusatan latihan yang akan dipusatkan di Palembang.
“Setelah Idul Fitri, kita akan melakukan pemanggilan atlet untuk TC terpusat. Saya berencana setelah lebaran ini akan mengirim mereka ke Palembang untuk melaksanakan TC terpusat di sana,” ucapnya.
“Supaya setelah selesai TC, mereka langsung mengikuti pertandingan. Mereka tidak perlu lagi kembali tapi langsung menyiapkan diri bertanding di sana,” sambungnya.
Meski hanya mengikuti dua cabang olahraga, tapi Jayakusuma berambisi bisa menyamai prestasi NPCI Papua pada Peparpenas sebelumnya di Jakarta tahun 2018. Kala itu NPCI Papua berhasil finish pada urutan ketiga.
“Semoga kita bisa mempertahankan posisi kita pada tahun 2018 di mana kita berhasil pada peringkat ketiga dan semoga di Palembang bisa bertahan dan semoga apa yang kita rencanakan bisa tercapai atau kita bisa memperbaiki urutan kita di Indonesia,” pungkasnya. (eri/nat)
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…