

Kenius Kogoya (Kenius For Cepos)
JAYAPURA-Berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Papua yang digelar di Hotel Sahid Papua selama dua hari, 1 – 2 Maret 2019, telah diputuskan sebanyak 46 Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX,Tahun 2020.
Jika sebelumnya, SK KONI Pusat memutuskan 50 Cabor dan Pemerintah Papua hanya menyanggupi 45 Cabor. Tetapi dalam RAT KONI Papua 2019, cabang Panjat Tebing kini ikut dimasukkan.
“Hanya 46 Cabor yang kita pertandingkan, sebelumnya hanya 45 Cabor namun ada tambahan satu Cabor yakni Panjat Tebing,”ungkap Kenius kepada awak media usai penutupan RAT KONI Papua, Sabtu (2/3).
Sementara terkait dengan nomor pertandingan akan dibahas dengan KONI Pusat dan masing PB Cabang Olahraga.
“Nomor sebenarnya sudah clear, hanya saja masih ada satu tambahan juga dari cabor Rugby, tapi nanti kita akan pertimbangkan lagi dan bahas dengan KONI Pusat, apakah nomor itu penting. Karena itu akan kembali lagi ke masalah prestasi dan prospek prestasi untuk Papua,” ujarnya.
Kenius mengatakan, atas hasil rapat tersebut apa yang sudah dirumuskan ini mudah-mudahan bisa dikawal dengan baik menuju sukses PON XX.
“Apa yang sudah diputuskan adalah keputusan yang sangat strategis dalam rangka pencapaian prestasi di Papua. Kita berharap ini bisa menjadi perhatian dan menjadi dasar acuan untuk kita bekerja bersama dalam satu tahun ke depannya untuk menyiapkan semuanya,” katanya.
Dalam RAT KONI Papua ini juga menetapkan dua cabang olahraga sebagai anggota KONI Papua yakni Cabor Soft Tenis dan Jiatsu. (eri/tho)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…