Keenam, sering lupa jadwal, kehilangan barang, dan miskomunikasi. Tanda lain yang kerap muncul adalah sering “melayang” saat percakapan atau membaca, mudah terdistraksi oleh pikiran sendiri, serta sering lupa pada janji, tenggat waktu, atau tugas rutin. Fluktuasi suasana hati dan masalah interpersonal juga merupakan ciri yang umum mudah frustasi, cemas, atau mengalami perubahan suasana hati yang cepat, serta sering dianggap tidak perhatian atau tidak bertanggung jawab oleh orang lain.
Ketujuh, langkah pertama: konsultasi, bukan self-diagnose. Diagnosis tidak boleh ditegakkan melalui self-diagnose karena gejalanya bisa mirip dengan gangguan lain. Psikiater akan melakukan wawancara terkait riwayat masa kecil, pencapaian akademik atau pekerjaan, hubungan sosial, hingga kondisi kesehatan secara menyeluruh. (*/Jawapos.com )
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…