Pengidap kondisi ini ingin dapat tidur dengan nyenyak, tetapi tidak bisa melakukannya. Selain itu, mereka juga tidak merasakan kantuk sama sekali meski sudah larut malam. Pikiran terus berlari bahkan saat berbaring di tempat tidur. Lalu susah memulai pekerjaan, bukan karena malas tapi otak terasa “macet”.
Banyak orang dewasa dengan kondisi ini tidak terdiagnosis karena gejalanya sering disalah artikan sebagai masalah manajemen stres, kecemasan, atau bahkan dianggap sebagai karakter “pemalas” padahal individu ini biasanya berusaha sangat keras, tetapi otaknya bekerja dengan cara yang berbeda.
Mudah teralihkan oleh hal-hal kecil yang tidak penting. Kesulitan dalam mempertahankan fokus adalah salah satu ciri yang paling menonjol seseorang mudah terdistraksi, melamun, atau sulit mempertahankan perhatian, terutama pada tugas yang dianggap membosankan atau tidak menarik. Kelima, gelisah terus-menerus meski tidak ada yang perlu dikhawatirkan Pada orang dewasa, hiperaktivitas tidak lagi muncul sebagai gerakan fisik yang tidak bisa diam, melainkan berubah menjadi kegelisahan internal merasa terus-menerus gelisah, tidak nyaman diam, atau sulit untuk tenang bahkan di situasi yang seharusnya menenangkan.
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…