Pengidap kondisi ini ingin dapat tidur dengan nyenyak, tetapi tidak bisa melakukannya. Selain itu, mereka juga tidak merasakan kantuk sama sekali meski sudah larut malam. Pikiran terus berlari bahkan saat berbaring di tempat tidur. Lalu susah memulai pekerjaan, bukan karena malas tapi otak terasa “macet”.
Banyak orang dewasa dengan kondisi ini tidak terdiagnosis karena gejalanya sering disalah artikan sebagai masalah manajemen stres, kecemasan, atau bahkan dianggap sebagai karakter “pemalas” padahal individu ini biasanya berusaha sangat keras, tetapi otaknya bekerja dengan cara yang berbeda.
Mudah teralihkan oleh hal-hal kecil yang tidak penting. Kesulitan dalam mempertahankan fokus adalah salah satu ciri yang paling menonjol seseorang mudah terdistraksi, melamun, atau sulit mempertahankan perhatian, terutama pada tugas yang dianggap membosankan atau tidak menarik. Kelima, gelisah terus-menerus meski tidak ada yang perlu dikhawatirkan Pada orang dewasa, hiperaktivitas tidak lagi muncul sebagai gerakan fisik yang tidak bisa diam, melainkan berubah menjadi kegelisahan internal merasa terus-menerus gelisah, tidak nyaman diam, atau sulit untuk tenang bahkan di situasi yang seharusnya menenangkan.
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Pertama, Easy Pose. Mulailah sesi Anda dengan pose ini untuk melatih pernapasan diafragma yang dalam.…
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG)…
Rencana penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian publik. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)…
Dalam aksinya itu, pada pendemo membawa satu spanduk bertuliskan Tanah Papua Krisis Kemanusiaan, Stop PSN,…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…