Categories: NASIONAL

Pedagang Pasar Sayur dan Ikan di  Mopah Akan Direlokasi 

MERAUKE-Pedagang sayur dan ikan yang ada di Mopah Baru atau yang berada di belakang monumen Kapsul Waktu, dalam waktu dekat ini akan direlokasi ke belakang SMPN 2 Merauke. Di belakang SMPN 2 Merauke saat ini sedang dibangun pasar yang merupakan bantuan dari Kementerian  Koperasi Republik Indonesia.

‘’Kalau pasar yang sementara kita bangun di belakang SMPN 2 Merauke itu selesai, maka kita akan segera relokasi pedagang sayur dan ikan yang ada di Mopah Baru, khususnya pedagang mama-mama Papua,’’ kata  Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Merauke Erick Rumlus, SE, ditemui baru-baru ini di ruang kerjanya.

Erick Rumlus menjelaskan, pedagang yang ada di belakang monumen kapsul waktu tersebut harus direlokasi karena pertama, tanah yang dipakai bukan  tanah pemerintah daerah. Kedua, di tempat tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap sampai ke dalam momumen. Bahkan, saat dirinya masih di Satpol PP, bau tidak sedap juga dirasakan sampai ke Kantor Satpol PP.

‘’Untuk pasar yang di belakang SMPN 2 Merauke itu kita dapat bantuan dari Kementrian Koperasi sebesar Rp 1,5 miliar untuk pedagang sayuran,’’ katanya.

Sementara untuk ikan, lanjut dia,  akan dikembalikan ke Pasar Wamanggu dan di sekitar Blorep. Termasuk dengan terminal untuk mobil penumpang luar kota akan ditempatkan di  lahan yang sudah disiapkan di sekitar Blorep, Kelurahan Kamundu Merauke.

‘’Tapi untuk mobil Hilux sementara masih tetap menggunakan terminal di belakang SMPN 2 Merauke itu, karena pasar yang dibangun tidak terlalu besar,’’ jelasnya.

Erick juga menjelaskan bahwa pasar tersebut terlambat dibangun karena kementrianbaru pecah DIPA di bulan September. Karena program tersebut berdasarkan Perpres  lokasinya di Provinsi  Papua. Sementara Merauke sudah menjadi provinsi Papua Selatan, meski penjabat gubernurnya belum dilantik.   ‘’Itu yang buat terlambat dikerjakan,’’ tandasnya.

Disinggung soal sejumlah pasar yang dibangun namun tidak difungsikan alias mubazir, Erick Rumlus mengakui bahwa sejumlah pasar yang dibangun itu mubazir karena  perencanaan yang tidak matang. Ia mencontohkan pasar yang dibangun di Kampung Urum yamng ditaruh di ujung kampung. Padahal di sepanjang pantai itu ada beberapa kampung smapai Nasai.

‘’Kenapa pasar tidak dibangun di tengah-tengah. Kita akui bahwa ada  yang salah dalam perencanaan sehingga pasar yang dibangun menjadi itu mubazir,’’ katanya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga pasar yang dibangun yang sumber dananya langsung dari pusat, seperti pasar yang dibangun di Simpai, Distrik Elikobel Merauke dimana pasar dibangun jauh dari pemukiman, sehingga tidak dimanfaatkan alias mubazir dan sejumlah pasar lainnya yang sebagian sudah rusak. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

29 minutes ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

15 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

20 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

21 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

22 hours ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

23 hours ago