Categories: SENTANI

Balitbang Dilibatkan Hitung Perputaran Uang Selama KMAN

SENTANI-Tiga kegiatan besar dilaksanakan di Kabupaten Jayapura selama sepekan belakangan ini. Kegiatan itu meliputi Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN), kegiatan peringatan hari ulang tahun kebangkitan masyarakat adat (KMA) Kabupaten Jayapura yang ke-9 dan kegiatan Festival Danau Sentani (FDS) yang menjadi agenda rutin dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. 

Belum lagi bersamaan dengan itu,  masyarakat adat di Kampung Yoboi, melalui Kelompok Pemuda Kreatif dan Kelompok Sadar Wisata melakukan kegiatan Festival Ulat Sagu.  Sehingga sudah pasti uang yang beredar cukup tinggi di masyarakat, selama pelaksanaan beberapa kegiatan itu dilakukan.

Bupati Jayapura,  Mathius Awoitauw mengatakan, pihaknya telah melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Jayapura,  untuk menghitung perputaran uang yang terjadi di Kabupaten Jayapura selama beberapa kegiatan itu dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Bupati Mathius Awoitauw pada saat kunjungan kerja ke Kampung Yoboi. Bertepatan dengan kegiatan penutupan Festival Ulat Sagu akhir pekan kemarin.

” Jadi kalau kreatif dan unik orang akan datang ke sini. Mereka bisa belanja apa saja di sini dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Transportasi Danau menggunakan speed-speed ke sana kemari juga bisa meningkatan pendapatan mereka,  sehingga uang banyak berputar. Kami sedang mengirim tim untuk mengecek semua tingkat pendapatan masyarakat selama kegiatan ini berlangsung dari Balitbang Kabupaten,”ungkap Mathius Awoitauw.

Dia mengatakan,  beberapa kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini mulai dari kegiatan hari ulang tahun kebangkitan masyarakat adat ke-9 di Kabupaten Jayapura,  di mana para pelaku UMKM juga terlibat dalam kegiatan ini dengan memamerkan atau memasarkan kuliner dan souvenir di beberapa tempat.

Kemudian kegiatan Festival Danau Sentani, yang juga merupakan agenda rutin dari Pemerintah Kabupaten Jayapura juga telah melibatkan ratusan pelaku UMKM di Kabupaten Jayapura.  Tidak terkecuali juga terkait kegiatan Festival Ulat Aagu di kampung yang digagas oleh masyarakat kampung sendiri.  Kegiatan-kegiatan semacam ini terus didorong untuk peningkatan ekonomi masyarakat di kampung.

“Di kampung sekarang luar biasa  dan yang kita dorong ekonomi itu tumbuh dari kampung.  Pemerintah mungkin terlibat tetapi tidak terlalu nampak. Kreativitas mereka lah yang luar biasa,”tandasnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

33 minutes ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

2 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

3 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

4 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

5 hours ago

Andika Wisnu Kerja Keras Demi Kejayaan Tim

Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…

6 hours ago