

Kapal kargo ber;ayar di Teluk dekat Selat Hormuz. Iran menyatakan jalur vital energi itu terbuka bagi negara-negara sahabat mereka. (The Guardian)
JAKARTA-Iran menyatakan telah memberikan izin kepada kapal-kapal dari sejumlah negara yang dianggap sebagai sahabat, termasuk Rusia, untuk melintasi Selat Hormuz.
“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan saluran televisi satelit Lebanon, Al Mayadeen, Kamis (26/3).
Seperti dilansir dari Antara, Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki alasan untuk memberikan akses yang sama kepada kapal-kapal yang dianggap sebagai pihak lawan.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan yang terus meningkat di sekitar Iran memicu terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional.
Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Page: 1 2
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…