Categories: NASIONAL

Pergantian Kepala Bais Dikritik Tim Advokasi

JAKARTA – Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan kritik keras terhadap langkah Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam merespons dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pergantian Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) dinilai tidak cukup menjawab tuntutan keadilan publik.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhamad Isnur, menegaskan pentingnya transparansi dalam kasus ini. Ia menyayangkan minimnya informasi terkait koordinasi penyidikan serta langkah konkret untuk mengungkap struktur komando di balik dugaan upaya pembunuhan tersebut.

“Kami melihat bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini belum menunjukkan komitmen serius untuk mengungkap pelaku secara menyeluruh hingga ke rantai komando,” kata Isnur dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Menurut Isnur, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Ia menekankan, aktor intelektual di balik penyerangan teror terhadap Andrie Yunus.

“Pengungkapan yang berhenti pada pelaku lapangan justru akan memperkuat praktik impunitas yang selama ini menjadi persoalan serius dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Bahkan, ia menduga pelaku dalam dugaan percobaan pembunuhan terhadap Andrie Yunus bisa mencapai belasan orang. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan temuan awal aparat penegak hukum.

“Jika benar melibatkan banyak pihak, maka mustahil ini terjadi tanpa adanya perintah atau setidaknya pembiaran dari atasan,” bebernya.

Pergantian Kepala Bais TNI yang disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi turut menjadi perhatian. Ia menegaskan, langkah tersebut tidak bisa dianggap sebagai bentuk akuntabilitas yang memadai.

“Pencopotan jabatan tanpa proses hukum pidana bukanlah akuntabilitas, melainkan bentuk pengalihan tanggung jawab,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Tersangka TPPO Terancam 15 Tahun Penjara

Perkara tersebut kini telah dilimpahkan Unit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri Sorong…

52 minutes ago

Definisi OAP Tak Perlu Diintervensi Pemerintah Pusat

Majelis rakyat Papua Provinsi Papua Tengah melalui  Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua…

2 hours ago

Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke Masih Kekurangan Guru

Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke masih mengalami kekurangan tenaga guru untuk mendukung proses belajar mengajar…

3 hours ago

Pemkab Merauke Siapkan Program Perumahan, Kawasan Kumuh Jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Merauke memastikan program pembangunan perumahan bagi masyarakat akan terus dilakukan setiap tahun untuk…

4 hours ago

Pemprov Papua Selatan Dorong Pembangunan RS Vertikal Kemenkes

Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan untuk membangun rumah sakit tipe…

5 hours ago

Pembangunan Gedung  MRP Papsel Masih Terkendala  Proses Hukum

Padahal, ketiga gedung kantor tersebut dibangun hampir bersamaan. Akibatnya, para pimpinan,  anggota dan secretariat MRP…

6 hours ago