

Ketiga tak ketika diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Sorong. (foto:fauzia/cepos)
Bawa Anak dari Jakarta ke Sorong untuk Dipekerjakan di THM
SORONG- Tiga tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berinisial AN, AW, dan LS terancam hukuman hingga 15 tahun penjara setelah membawa korban anak (M) dari Jakarta ke Sorong untuk dieksploitasi dan dipekerjakan di Tempat Hiburan Malam (THM).
Perkara tersebut kini telah dilimpahkan Unit PPA Satreskrim Polresta Sorong Kota ke Kejaksaan Negeri Sorong bersama tersangka dan barang bukti. Setelah menjalani pemeriksaan, ketiga tersangka resmi ditahan Kejaksaan Negeri Sorong untuk menjalani proses hukum hingga persidangan di Pengadilan Negeri Sorong.
Kepala Kejaksaan Negeri Sorong melalui Kasi Pidum yang didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Krama Adhyaksa membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan perkara TPPO tersebut.
Jaksa Tri Krama Adhyaksa mengatakan, pihaknya melakukan penahanan lanjutan terhadap ketiga tersangka selama 20 hari untuk kepentingan proses hukum. “Kami sudah melakukan penahanan lanjutan mulai tertanggal hari ini sampai 20 hari ke depan,” kata Jaksa Tri Krama Adhyaksa, Jumat (2/10).
Jaksa Tri Krama Adhyaksa menjelaskan, dua tersangka laki-laki berperan merekrut korban dari Jakarta kemudian membawa korban dan sejumlah gadis lainnya ke Sorong.
“Sementara tersangka yang perempuan menerima korban serta melanjutkan pelaksanaan eksploitasi orang untuk dipekerjakan di Tempat Hiburan Malam,” ungkap Jaksa Tri Krama Adhyaksa.
Menurut Jaksa Tri, korban dalam perkara tersebut merupakan anak di bawah umur 16 tahun. Berdasarkan keterangan korban, korban telah sekitar 10 hari dipekerjakan di THM dan sudah sempat melayani sejumlah tamu. “Korban dalam perkara TPPO anak di bawah umur,” ucap Jaksa Tri Krama Adhyaksa.
Page: 1 2
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…
Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…
Cukup banyak warga korban kebakaran yang menempatinya. Sebagian besar adalah warga yang masih berkeluarga,…
Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak…
Merespon terkait dengan putusan MK tersebut Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi, Dr. Methodius Kossay, S.H.,…
Seorang pekerja (ABK) tewas dengan kondisi mengenaskan saat menurunkan kapal yang selesai diperbaiki ke sungai.…