Proses ini terjadi akibat reaksi batuan ultramafik dengan air pada suhu dan tekanan rendah untuk menghasilkan mineral serpentin dan gas hidrogen. Sulawesi Tengah memiliki sebaran batuan ultramafik yang paling luas di Indonesia, sehingga menjadi tempat untuk memulai pencarian sumber energi hijau ini.
“Kami menemukan potensi gas hidrogen alami di pemandian air panas di daerah One Pute. Gelembung gas yang muncul di kolam mata air ini adalah gas hidrogen yang berasal dari proses serpentinisasi yang terjadi di bawah permukaan bumi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengemukakan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia saat ini seperti kenaikan suhu global, cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan perubahan ekosistem yang menjadi masalah serius yang sedang dihadapi dunia saat ini.
Ia mengemukakan, selain penemuan gas hidrogen di Kabupaten Morowali, Tim Badan Geologi Kementerian ESDM juga telah menemukan adanya potensi gas hidrogen lain di Sulawesi Tengah tepatnya di Tanjung Api, Ampana, Kabupaten Tojo Una-una.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…
Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…
Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…
Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…