

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
JAKARTA-Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatiran serius terhadap arah perkembangan geopolitik global yang dinilainya semakin mendekati skenario terburuk: Perang Dunia Ketiga. Dalam refleksi panjangnya terhadap dinamika internasional beberapa tahun terakhir, SBY menilai ruang untuk mencegah konflik global berskala besar kian menyempit.
Melalui tulisan panjang di akun X pribadinya, SBY mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir ia secara intens mengikuti perkembangan dunia, khususnya eskalasi ketegangan global dalam beberapa bulan terakhir. Sebagai tokoh yang puluhan tahun mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, hingga sejarah peperangan lintas abad, ia mengaku cemas melihat pola-pola yang muncul saat ini.
“Situasi dunia menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua memiliki banyak kesamaan dengan kondisi sekarang,” ujar SBY. Ia juga menyoroti kemunculan pemimpin-pemimpin kuat yang cenderung agresif, terbentuknya blok-blok persekutuan negara yang saling berhadapan, serta pembangunan kekuatan militer besar-besaran yang dibarengi penyiapan ekonomi dan mesin perang.
Menurut SBY, sejarah menunjukkan bahwa tanda-tanda perang besar kerap terlihat jauh hari sebelumnya. Namun, kesadaran global untuk mencegahnya sering kali datang terlambat. Ia mempertanyakan apakah bangsa-bangsa di dunia saat ini benar-benar tidak peduli, tidak berdaya, atau tidak mampu mengambil langkah pencegahan yang nyata.
Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…
Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…
Evan Soumilena dikenal sebagai pemain Tim Nasional Futsal Indonesia yang aktif membela Indonesia di berbagai…
Kegiatan patroli menyasar sejumlah titik pusat aktivitas masyarakat, seperti pertokoan, kios pedagang, serta ruas jalan…
Dalam pertemuan tersebut, Iptu Wilhelma Kurut menyampaikan keprihatinan atas maraknya penyakit masyarakat di kalangan pemuda,…
Tujuan dari ketentuan ini adalah untuk menciptakan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil,…