

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dede Yusuf saat diwawancarai di Kampus IPDN, Sumedang. (Foto/Ilham Nugraha)
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengatakan bahwa teknologi pemungutan suara elektronik (e-voting) akan tetap menjadi usulan yang disampaikan pihaknya untuk perbaikan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Menurut dia, saat ini e-voting juga sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu untuk pemilihan kepala desa (pilkades). Tujuannya, yakni untuk menekan politik uang yang angkanya juga fantastis.
“E-voting akan tetap menjadi satu usulan dan saat ini kan dilakukan di pilkades,” kata Dede di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (13/1).
Dia pun menilai para kepala daerah, bupati, hingga wali kota, mayoritas bergantung pada pendanaan ketika mencalonkan.
Menurut dia, hal itu bisa berdampak kepada urusan hukum di kemudian hari.
“Kalau menurut Mendagri hampir 40 persen kepala daerah itu terindikasi ada masalah dengan pidana. Jadi konteksnya dalam konteks politik uangnya itu seperti itu,” kata dia.
Di sisi lain, dia pun mengatakan bahwa 80 ribu desa akan melakukan pilkades dan berpotensi akan menimbulkan politik uang yang sangat besar. Dia pun mengusulkan agar Bawaslu bisa turut mengawasi pilkades.
Page: 1 2
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…