Setelah bertahun-tahun tertutup, sebagian arsip akhirnya dibuka ke publik. Departemen Kehakiman AS merilis sekitar 3,5 juta halaman dokumen berisi catatan pengadilan, email, hingga komunikasi internal. Meski banyak nama tercantum, penting dicatat bahwa kemunculan nama dalam dokumen tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana. Meski begitu, rilis ini tetap mengguncang, terutama di lingkaran elit, karena membuka kembali sorotan publik terhadap jaringan kekuasaan yang selama ini berada di balik layar. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sejumlah OPD ambil bagian dalam kegiatan yang akan berlangsung 2 Mei 2026 tersebut. Bupati Merauke…
Kendati seluruhnya dibiayai oleh pemerintah dan tinggal di asrama, namun ternyata belum membuat anak-anak dimasukan…
Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dengan pesan yang lugas: mengakhiri budaya…
Selain untuk menjawab keterbatasan tenaga pendidik di di wilayah tersebut lantaran faktor keamanan, strategi ini…
Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…
Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…