

Suasana di pasar induk Youtefa, para pedagang kembali berjualan pasca banjir, Rabu (5/2) (foto: Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Pedagang di Pasar Induk Youtefa Abepura mulai berjualan usai banjir yang melanda pasar itu pada, Senin (3/2) hingga Selasa (4/2) kemarin. Pedagang Sayur, Ibu Irma (33), mengaku baru kembali berjualan Rabu (5/2) kemarin, setelah pasar itu terendam banjir sejak, Senin (3/2) kemarin. Namun sudah dibersikan dan telah dapat digunakan.
“Iya hari ini (kemarin), saya baru mulai jualan karena kemarin tempat jualan saya terendam banjir. Puji Tuhan cuaca hari ini juga cukup mendukung untuk kita kembali berdagang,” kata Irma kepada Cenderawasih Pos di Pasar Youtefa, Rabu (5/2) siang.
Menurutnya banjir yang menggenangi Pasar Youtefa kemarin itu menimbulkan kerugian bagi pedagang. Namun dia mengaku tidak rugi terlalu besar. Sementara itu, pedagang lain, Kristina (30) mengatakan, sejak Senin (3/2) pasca kejadian dirinya tetap berjualan meski tempat jualannya masih tergenang akibat banjir.
“Kalau saya tetap berjualan, pas hari pertama banjir itu saya masih jualan, walaupun kondisinya tidak memungkinkan karena air tingginya kurang lebih 20-30 sentimeter,” ungkap Kristina kepada Cenderawasih Pos, Rabu (5/2).
Sebelumnya Kristina mengatakan, banjir menggenangi bagian depan pasar hingga masuk ke lorong pasar. Apabila sedikit ke tengah pasar, genangan air cukup tinggi. Terlihat beberapa kios pedagang memilih tutup karena banjir yang tak kunjung surut sementara yang lainnya tetap menjual dengan kondisi yang cukup perihatin.
Menurut Gubernur, mekanisme penyampaian keluhan telah tersedia secara jelas di setiap fasilitas kesehatan, mulai dari…
Sanksi paling berat yang akan dijatuhkan adalah pencabutan izin trayek. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang…
Sebelum latihan dimulai, pelatih Rahmad Darmawan memperkenalkan Alexsandro kepada seluruh punggawa tim. Di hadapan nama-nama…
Ia mengatakan, kasus yang beredar di media sosial tersebut merupakan kejadian rujukan dari fasilitas kesehatan…
Awan kelam dari meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy bersama calon bayinya dirasa menjadi pukulan…