

Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/11/2025) sebayak 32 orang meninggal dunia diwilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). (ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd)
JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera telah mencapai 1.177 orang hingga 4 Januari 2026. Angka tersebut terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan yang masih berlangsung.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah korban meninggal mengalami peningkatan dari rekapitulasi sebelumnya yang tercatat 1.167 jiwa per 3 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.
“Hari ini bertambah 10 korban jiwa sehingga total korban meninggal dunia mencapai 1.177 orang,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/1).BNPB merinci tambahan korban meninggal tersebut berasal dari tiga provinsi, yakni: Aceh Utara 3 jiwa, Tapanuli Selatan 5 jiwa, Sumatera Barat 2 jiwa.
Selain korban meninggal, proses pencarian korban yang diduga hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Saat ini masih terdapat 148 orang yang masuk dalam daftar pencarian. Hari ini terjadi pengurangan 17 nama setelah dilakukan verifikasi oleh pemerintah desa, kecamatan, dan keluarga korban,” jelas Abdul.
Selain itu jumlah pengungsi kini mencapai 242 ribu jiwa. Dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera juga menyebabkan ratusan ribu warga harus mengungsi.
BNPB mencatat jumlah pengungsi saat ini mencapai 242.174 jiwa yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian.Para pengungsi tersebut terdampak oleh banjir, longsor, serta cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumatera sejak akhir Desember 2025.Sejumlah pemerintah daerah terdampak memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat.
Di Provinsi Aceh, terdapat 10 daerah yang memperpanjang status tanggap darurat, sementara 8 daerah lainnya telah memasuki fase transisi darurat. Sementara itu, di Sumatera Utara, sebanyak 14 daerah kini berada dalam status transisi darurat. Dua daerah telah mengakhiri masa tanggap darurat dan tidak lagi memperpanjang status tersebut.
“Saat ini, di Sumatera Utara sudah tidak ada kabupaten/kota yang berstatus tanggap darurat. Seluruh wilayah berada dalam fase transisi darurat,” ujar Abdul.
Page: 1 2
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Akso Balingga menyusul aksi demonstrasi pelajar yang…
Kedatangan aparat gabungan ini merupakan bagian dari eksekusi Operasi Antik Noken 2026 yang digelar Kepolisian…
Operasi yang dikemas dalam bentuk Patroli Gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut dipimpin langsung…
Kegiatan ditutup secara resmi melalui sambutan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang dibacakan oleh Asisten…
Denny menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan Dana Tambahan Otsus melalui program-program yang…