Dia mencontohkan potensi PAD di Dinas Pariwisata Kota Jayapura yang sampai saat ini belum memberikan kontribusi maksimal terutama dari retribusi rekreasi. Keberadaan Bapenda sebenarnya hanya sebagai koordinator pengelolaan pendapatan. Karena itu, OPD kolektor ini diharapkan dapat memaksimalkan semua potensi yang ada di masing masing bidangnya.
“Jadi OPD kolektor saja yang belum maksimal bekerja. Kalau kita lihat fakta yang ada dari progres pendapatan asli daerah yang bisa kita capai setiap tahun, itu semua dari pajak,” katanya.
Lanjut dia, ada sekitar 9 OPD kolektor retribusi yang ada di Pemerintah Kota Jayapura. Namun hampir semuanya belum maksimal dalam mengejar target yang sudah diberikan pada saat Rakor PAD.
Sejauh ini baru Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan koperasi yang selalu mencapai target PAD tersebut. Sementara itu ada dua potensi baru yang akan digarap mulai tahun ini yaitu di dinas pariwisata untuk retribusi rekreasi dan di Dispora pengelolaan lapangan olahraga.
“Kami berharap OPD kolektor seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata harus bisa menggali potensi itu bisa semaksimal mungkin. Supaya target yang sudah ditetapkan tahun 2024 ini bisa capai. Karena itu kita tetapkan bersama di acara rakor PAD tahun 2023,” bebernya.
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…