Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman mengatakan bahwa potensi ekonomi kopi semakin terlihat jelas, terutama di Kota Jayapura di mana konsumsi kopi masyarakat setempat saja mencapai sekitar 18 ribu gelas per hari.
“Jika diasumsikan harga per gelas Rp10 ribu, maka perputaran nilai ekonomi dari kopi di Kota Jayapura saja bisa mencapai Rp180 juta setiap harinya,” katanya.
Menurut Faturachman, oleh sebab itu ini membuktikan bahwa kopi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Mari bersama menjaga keberlanjutan kopi Papua agar mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Papua sebagai salah satu penghasil kopi unggulan Indonesia,” ujarnya. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…