Categories: METROPOLIS

Program Pembangunan Kependudukan Terintegrasi

JAYAPURA– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua menyusun peta jalan pembangunan kependudukan 2025-2029 sebagai bentuk kesiapan menghadapi pembangunan lima tahun ke depan, yang melibatkan 29 kepala Bappeda se-Papua Raya.

  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar, mengatakan penyusunan peta jalan ini penting agar program pembangunan kependudukan terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD dan RKPD.

  “Kita tidak hanya bicara Papua saja, ini program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Kami berharap setiap daerah menyusun peta jalan masing-masing dengan indikator yang jelas,” katany  di Kota Jayapura, Selasa (27/5).

  Menurut Staf Ahli Bidang Pemerintahan Umum Setda Provinsi Papua Yohanis Walilo, saat membacakan sambutan Penjabat (Pj) Gubernur Papua, pada pembukaan lokakarya peta jalan pembangunan kependudukan 2025-2029, bahwa pembangunan kependudukan harus dijadikan acuan utama dalam penyusunan anggaran.

  “Jumlah penduduk itu variabel utama dalam menyusun program pembangunan, kalau datanya tidak valid maka rencana kita pun bisa meleset,” katanya.

  Dia menjelaskan penyusunan peta jalan kependudukan akan memberi arah strategis dalam mengelola sumber daya manusia dan memastikan kualitas keluarga Papua pada masa depan.

   “Saat ini kami memang belum memiliki gubernur definitif, tetapi penyusunan kerangka pembangunan tetap harus jalan karena ini berkaitan dengan visi misi dan rencana jangka panjang,” ujarnya.

  Deputi Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Penanganan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Bonifasius Prasetya Istiarto menambahkan peta jalan lima tahunan ini merupakan turunan dari Grand Disign Pembangunan Kependudukan (GDPK) jangka panjang 2020-2045.

  “Selama ini provinsi mempunyai GDPK, tetapi bingung implementasinya. Dengan peta jalan lima tahunan, maka kita bisa lebih fokus, terukur, dan terpantau,” katanya. (antara)

Juna Cepos

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

4 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

4 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

5 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

5 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

6 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

6 hours ago