Categories: METROPOLIS

Waspada, Teroris Kerap Gunakan Simbol Agama

Darwis Massie (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Ketua Kerukunan Masyarakat Bone (KKMB) Provinsi Papua, Darwis Massie ikut mengecam tindakan teror yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar. Ia menganggap pelaku tengah menyebar teror  menggunakan simbol agama untuk memecah belah bangsa. Publik harus paham dan cerdas soal strategi ini agar tidak terbawa tujuan dari teror itu sendiri. Ia menganggap dibalik simbol agama ini ada upaya untuk memecah belah bangsa Indonesia yang pluralisme. “Kejadian bom bunuh diri di Makassar tidak dibenarkan dalam sudut pandang apapun. Dari kemanusiaan, agama juga tidak mengajarkan dan membenarkan hal tersebut. Indonesia dalam kondisi aman, tenteram dengan kejadian ini pelan – pelan merusak tatanan hidup sosial yang sudah berjalan selama ini,” beber Darwis di kediamannya, Senin (29/3).

 Apalagi di Papua dengan pluralismenya sudah berjalan baik menurutnya penting untuk tetap dijaga. Jangan akhirnya ini merusak pikiran – pikiran orang dan menumbuhkan pikiran negatif. “Saya mengajak masyarakat dan paguyuban untuk berfikir jernih dan menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian sebab tidak tepat jika mengaitkan ini dengan Islam. Islam  adalah agama yang Rahmatan Lilalamin atau menebar kebaikan kepada sesama. Itu  bukan Islam sebab Islam tidak mengajarkan seperti itu,” tegasnya. Sekali lagi ia menganggap  perbuatan teror  tidak diajarkan dalam agama apapun  sehingga keliru jika mengaitkan mengatasnamakan agama.

 “Kami juga terganggu sehingga dan mengutuk aksi ini. Bisa saya sebut ini sebagai kejahatan kemanusiaan dan sesungguhnya mereka tidak memahami ajaran Islam dan sekali lagi jangan terprovokasi. Kita bisa membaca jangan sampai ada skenario memecah belah bangsa yang pelaku masuk lewat agama sebab itu cara termudah untuk mencapai tujuannya,” imbuhnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

9 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

9 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

10 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

10 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

11 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

11 hours ago