Categories: METROPOLIS

Dua Kunci Pembangunan Daerah Adalah SDM dan Inovasi

Direktur Jenderal Pendidikan Kebudayaan  Republik Indonesia Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof.,  Ir.,  Nizam M., Sc DIC., Ph. D   bersama rombongan ketika mengecek bangunan rumah sakit pendidikan Uncen yang mangkrak beberapa tahun terakhir. Kementerian Dikti berniat membantu menyelesaikan. (Humas Uncen For Cepos)

JAYAPURA – Direktur Jenderal Pendidikan Kebudayaan  Republik Indonesia Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof.,  Ir.,  Nizam M., Sc DIC., Ph. D  mengungkapkan bahwa kunci kemajuan pembangunan daerah ada dua. Pertama yaitu sumber daya manusia dan kedua adalah inovasi atau kreatifitas. Lalu berkaitan dengan SDM sendiri kuncinya juga 2 yaitu pendidikan dan kedua kesehatan. Dari dua kuni ini baik pengembangan SDM maupun inovasi semuanya berproses di perguruan tinggi. 

 Karenanya dalam  kunjungannya ke Uncen ia  ingin melihat kesiapan dan kemajuan Uncen yang sudah berjalan selama ini. “Khusus Fakultas Kedokteran sangat penting untuk diperkuat agar  menghasilkan dokter – dokter yang profesional dan ikut meningkatkan kesehatan masyarakat di Papua. Itu bisa terwujud dari lahirnya dokter – dokter yang berkopetensi dan profesional. Itu satu tujuan saya untuk menyemangati teman – teman di Uncen,” beber Prof Nizam dalam kunjungannya pekan kemarin. 

Iajuga menyempatkan diri melihat langsung bangunan rumah sakit pendidikan yang dianggap belum berjalan dan mangkrak.  Soal ini kata Prof Nizam ia melihat Uncen memang membutuhkan rumah sakit pendidikan  dan persoalan pembangunan yang mengalami kendala akan segera didiskusikan. “Saya perhatikan  bangunan rumah sakit pendidikan ini mengalami kendala dan mangkrak 4 tahun. Ini akan kami percepat untuk diselesaikan dan saya pesan kepada rektor untuk segera mempersiapkan persyaratan lainnya. Kemendikbud sudah bekerjasama dengan kementerian PUPR dan semoga bisa segera ditangani,” imbuhya.

 Prof Nizam didampingi Rektor Uncen, Dr., Ir Apolo Safanpo ST., MT juga berkunjung ke Nalca dan ia perhatikan sekolah yang dibangun Pelita Harapan sangat bagus dan disini masyarakat melihat pendidikan adalah masa depan Papua. Ia berpendapat jika ada anak – anak yang memiliki potensi dijemput dan didik sejak awal maka ia akan menjadi generasi yang unggul, maju dan semakin mampu berkompetisi. “Itulah mengapa saya  mengunjungi sekolah dasar di Nalca ini dan menaruh harapan ada SDM berkualitas yang hadir dan Uncen juga perlu mendampingi,” pungkasnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

8 minutes ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

38 minutes ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

1 hour ago

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

2 hours ago

Program Pembangunan Papua Harus Terintegrasi

“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…

3 hours ago

Perempuan dan Anak Paling Rentan Jadi Korban Konflik

Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…

6 hours ago