

JAYAURA-Empat bulan usai melakukan aksinya, seorang pria berinisial VY alias Kiren (29) memilih kabur dan menjauhi aparat kepolisian. Selama buron, Kiren tinggal di sekitar Dok V Jayapura. Namun pelariannya ini terhenti setelah Sabtu (27/1) siang, ia dibekuk tim Resmob Numbay Polresta. Tanpa banyak komentar ia pun mengikuti semua yang disampaikan tim Resmob hingga dibawa ke Polresta.
Kasus yang dilakukan Kiren adalah menganiayaan terhadap seorang penjaga kios di Argapura. Ia dalam keadaan mabuk, masuk ke dalam kios kemudian melakukan pengancaman dan penganiayaan. Hanya saja aksinya ini terekam jelas CCTV, bahkan korban dan beberapa anak muda di sekitar lokasi sempat melakukan pengejaran.
Pasalnya ia langsung kabur usai melukai korban menggunakan botol minuman keras. Kini ia telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Mackbon melalui Kasat Reskrim Kompol Agus F. Pombos, menjelaskan bahwa aksi VY alias kiren ini sempat viral di media sosial karena korban dalam kondisi kepala penuh darah masih sempat memvideokan kejadian yang menimpanya.
Korban bernama Hidayat dipukul menggunakan satu botol Anggur Merah dan batu di lokasi kejadian. “Keberadaannya sempat tidak diketahui. Namun tim yang terus lakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengidentifikasi tempat persembunyian korban di seputaran Dok V,” ucap Kasat Reskrim Kompol Agus.
Akhirnya, tim resmob melihat VY berada di depan kios sayur samping SPBU Dok V. Tanpa perlawanan akhirnya VY berhasil dibekuk.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, VY mengakui bahwa benar dirinya telah melakukan penganiayaan di lokasi kejadian terhadap korban dengan menggunakan satu buah botol Anggur Merah dan batu dimana saat itu dirinya dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.
Dirinya juga menambahkan, kini VY telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di alik jeruji besi Mapolresta Jayapura Kota guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Atas perbuatannya VY terancam hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan karena dijerat Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan,” pungkas Kasat Reskrim Polresta Kompol Agus Pombos. (ade/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…