

Petugas Damkar Kota Jayapura saat demo alkon pemadam kebakaran di Apo Bengkel, Kelurahan Bhayangkara Distrik Jayapura utara, Sabtu (25/5). (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menyerahkan bantuan berupa alkon pemadam kebakaran kepada masyarakat di Kelurahan Gurabesi dan Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Sabtu (25/5).
Alkon tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey didampingi Kabid Damkar Kota Jayapura Margareta V. Kirana.
Pj. Walikota Jayapura Frans Pekey mengatakan bantuan tersebut disalurkan untuk membangun responsibilitas dari masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan atau penanggulangan kebakaran. Khususnya dua wilayah tersebut yang permukimannya cukup padat dan sulit dijangkau jaringan PDAM maupun armada Damkar.
Apalagi Distrik Jayapura Utara, telah ditetapkan oleh Unit Damkar Kota Jayapura sebagai Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), karena didalamnya terdapat pusat pemerintahan dan layanan masyarakat. Tidak hanya itu, daerah tersebut juga identik dengan topografinya yang berbukit.
Karena itu, Pemkot Jayapura melalui melalui Bidang Damkar menggagas program penyediaan alkon pemadam kebakaran sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di daerah yang sulit diakses armada Damkar tersebut.
“Semoga alkon pemadam kebakaran ini dapat membantu masyarakat yang rumahnya jauh dari jangkauan PDAM dan unit Damkar,” tuturnya.
Page: 1 2
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…
Ia menegaskan bahwa arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah…
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga