

Salah satu UMKM yang dilibatkan dalam kegiatan di lingkungan Kantor Gubernur Papua belum lama ini. (foto:Dok/Cepos)
JAYAPURA-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan menyeluruh dari sisi produksi hingga pemasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di daerah. Kepala Perwakilan BI Papua Warsono, mengatakan pembinaan tersebut dilakukan secara terstruktur melalui pengembangan klaster unggulan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Pada aspek produksi kami memberikan pendampingan teknis kepada UMKM agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk sesuai standar pasar,” katanya di Jayapura Sabtu.
Menurut Warsono, selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk memperkuat kelembagaan dan legalitas usaha melalui pendekatan korporatisasi. “Selanjutnya dari sisi pemasaran, kami mendorong UMKM untuk memperluas akses pasar baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional melalui fasilitasi promosi dan keikutsertaan dalam berbagai pameran,” ujarnya.
Dia menjelaskan, BI Papua juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui program onboarding dan penggunaan sistem pembayaran berbasis QRIS guna mendukung efisiensi transaksi serta pencatatan keuangan usaha.
“Lalu penguatan akses pembiayaan dilakukan melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan dan business matching dengan lembaga keuangan, sehingga meningkatkan kepercayaan perbankan terhadap UMKM,” katanya lagi.
Page: 1 2
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…
BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…