Categories: METROPOLIS

Di Kelurahan Mandala Ditemukan Anak Remaja Melahirkan

JAYAPURA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, Betty Puy   meminta kepada para orang tua untuk bisa lebih mengawasi pergaulan anak – anaknya di era kemajuan teknologi saat ini.

    Pasalnya dari berbagai kasus atau temuan yang berkaitan dengan perempuan dan anak, ternyata ada satu kasus yang cukup menarik, yakni seorang anak di bawah umur harus melakukan pernikahan dini akibat “kecelakaan”.

   Padahal kata Betty usia anak perempuan ini masih belasan tahun. “Jadi kami sebut ini kasus anak melahirkan anak. Baik laki – laki dan perempuannya masih sama – sama di bawah umur tapi harus segera menikah. Ini agak miris,” kata Betty saat diwawancarai pekan kemarin.

   Ia menyebut kasus ini terjadi di Kelurahan Mandala dan anak remaja perempuan yang harus  menikah dini itu masih berusia 14 tahun. Iapun tak menampik jika angka pernikahan dini di Kota Jayapura cukup tinggi. Hanya disini Betty tidak hafal jumlah kasusnya. “Iya cukup tinggi,” akunya.

  Padahal secara regulasi ia menyampaikan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan sudah direvisi  menjadi UU Nomor 16 tahun 2019  dimana pasangan  pria dan wanitanya wajib minimal 19 tahun.

   Dan dari BKKBN  sendiri memiliki kajian dimana perempuan paling tidak berusia 21 tahun dan laki – laki 25 tahun. “Pertimbangannya dari aspek kesehatan reproduksi dan  kesehatan mental dipastikan belum siap menjadi orang tua. Kami prihatin juga ada anak berusia 14 tahun yang akhirnya harus menikah dini,” imbuhnya.

   Dari kasus itu dikatakan pihaknya terus melakukan pendampingan. “Sebab tidak mungkin ditunda karena sudah ‘kecelakaan’ tadi,  namun dari sisi kesehatan dan psikologi juga tentu belum siap sehingga  kami sebut ini kasus anak melahirkan anak, karena di usianya ia masih anak ia harus melahirkan anak juga,” imbuhnya.

  “Ini agak miris karena pengaruh lingkungan pasti sangat kuat. Ini dari sisi emosi tidak siap, pendapatan juga tidak ada dan rawan kekerasan termasuk ketergantungan pada orang tua jadi kami berharap orang tua juga mengambil peran mengawasi pergaulan anak – anaknya,” tutup Betty. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

20 hours ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

1 day ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

1 day ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

1 day ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

1 day ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

1 day ago