

Sarles Brabar
Dinilai Praktis, KB Implan dan Suntik Paling Diminati
JAYAPURA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua mencatat jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) baru sepanjang 2025 mencapai 13.198 orang. Namun angka tersebut menurun dibandingkan capaian pada 2024 sebanyak 20.537 orang.
Kepala BKKBN Papua Sarles Brabar, mengatakan penurunan tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi program KB kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
“Sehingga kami terus mendorong penguatan sosialisasi agar lebih banyak keluarga memahami manfaat program KB,” kata Sarles seperti dilansir Antara, Minggu (25/1).
Selain peserta KB baru, pihaknya juga mencatat peserta KB ganti cara yang meningkat dari 3.817 orang pada 2024 menjadi 5.249 orang pada 2025. “Sementara itu, peserta KB ulangan masih mendominasi meski mengalami penurunan dari 56.037 orang pada 2024 menjadi 42.833 orang pada 2025,” ujarnya.
Dia menjelaskan, peningkatan peserta KB ganti cara menunjukkan masyarakat semakin sadar untuk menyesuaikan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Jenis kontrasepsi yang paling diminati masyarakat Papua saat ini adalah implan dan suntik karena dinilai praktis dan nyaman digunakan.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…