Categories: METROPOLIS

Siswa SNK Pariwisata Papua Ciptakan Presensi Digital Berbasis WhatsApp

JAYAPURA-Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua terus mendorong lahirnya inovasi dari peserta didiknya. Salah satu buktinya, siswa Program Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) berhasil mengembangkan sistem Presensi Digital Tim Ngoding S-One Smart (TNS) yang kini mulai diterapkan di lingkungan sekolah.

  Inovasi tersebut diluncurkan 21 Juli 2026, bertepatan dengan penyerahan 192 siswa baru. Aplikasi presensi digital ini merupakan hasil karya siswa kelas XII PPLG yang dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik sekaligus memudahkan pengawasan oleh orang tua dan pihak sekolah.

  Kepala SNK Pariwisata Papua, Ana Rebeka Rumbiak, mengatakan nama TNS dipilih langsung oleh para siswa yang mengembangkan aplikasi tersebut. “Aplikasi ini dibuat, dirancang, dan didesain sendiri oleh siswa kelas XII PPLG. Sistem ini digunakan untuk mencatat kehadiran saat siswa datang dan pulang sekolah,” kata Ana Rebeka kepada Cenderawasih Pos, Jumat (24/7).

  Ia menjelaskan, sistem secara otomatis mencatat waktu kedatangan siswa. Apabila peserta didik melewati batas waktu yang telah ditentukan, yakni pukul 07.15 WIT, sistem akan langsung mencatatnya sebagai keterlambatan. Informasi tersebut kemudian dikirim secara otomatis melalui pesan WhatsApp kepada orang tua.

  “Orang tua akan menerima notifikasi bahwa anaknya sudah tiba di sekolah pada pukul berapa. Begitu pula saat pulang, sistem akan mencatat waktu siswa keluar dari gerbang sekolah dan mengirimkan informasi tersebut kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat melakukan pengawasan secara langsung,” jelasnya.

   Selain terhubung dengan orang tua, aplikasi tersebut juga terkoneksi dengan wali kelas, bagian kurikulum, dan bidang kesiswaan sehingga memudahkan proses rekapitulasi kehadiran peserta didik.

   Menariknya, kartu elektronik yang digunakan siswa memiliki dua fungsi sekaligus, yakni sebagai kartu pelajar dan kartu presensi digital. Ana mengungkapkan, ide pengembangan aplikasi tersebut muncul dari kebutuhan sekolah akan sistem administrasi kehadiran yang lebih efektif dan akurat. Para siswa kemudian menyusun proposal pengadaan perangkat, sementara komponen utama dirakit sendiri oleh mereka.

  “Komponen alat dibeli sendiri oleh siswa, kemudian dirakit dan diprogram secara mandiri. Setelah mereka mengajukan proposal, sekolah menyetujuinya karena kami menilai inovasi ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

18 hours ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

1 day ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

1 day ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

1 day ago

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

1 day ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

1 day ago