Lanjut Muhlis segala bentuk ancaman penuruanan keanekaragaman hayati di Indonesia khususnya Tanah Papua, seperti Anggrek Papua, Kantung Semar, Kura-Kura Moncong Babi, Kasuaro, Ular Sanca, burung Cenderawasih, dan lain sebagainya, dapat ditekan.
Selain pengawasan, tapi juga pihaknya akan masif membangun sosialisasi kepada masyarakat, instansi terkait hingga media massa. Hal itu dilakukan sebagai upaya preventif mencegah penyelundupan TSL.
“Saya tegaskan karantina siap berperang dengan para penyelundup yang mengancam ekosistem hayati hewani flora fauna Papua,” tegasnya.
Muhlis juga menyampaikan pihaknya siap berperang melawan pihak yang berani menghalangi kegiatan penegakan aturan perkarantinaan dil apangan.
“Kami juga terus berupaya mewujudkan pelayanan yang bersih dan prima salahsatunya melalui Digitalisasi layanan yang sudah dilakukan, sehingga hal ini akan mempersempit kemungkinan tindakan pungli dan penyelundupan dari segi karantina,” ungkapnya. (rel/tri)
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Plh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Irene Pagawak mengatakan seluruh sapi bantuan presiden…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyebutkan baru saja dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah…
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…
Kapolres menjelaskan bahwa kasus itu berawal saat korban dibonceng oleh pamannya dengan menggunakan sepeda motor. …
Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Zona Musim (ZOM) seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi saat ini…