

Kondisi Tugu Harmoni di pertigaan Kantor Distrik Jayapura Selatan yang terlihat hampir rampung, Rabu (24/1). Pemkot meminta warga memaknai keberagaman di Kota Jayapura. (foto:Gamel/Cepos)
JAYAPURA – Pembangunan Tugu Harmoni di pertigaan Kantor Distrik Jayapura Selatan yang pada 29 September 2023 lalu hancur usai ditabrak truk kini pelan – pelan mulai diperbaiki dan hampir rampung.
Yang tersisa tinggal symbol – symbol rumah ibadah untuk mencerminkan jika seluruh agama di Jayapura hidup rukun. Terkait ini, Pj Walikota Jayapura, Frans Pekei meminta agar seiring dibangunnya lagi tugu yang rusak tersebut maka sikap toleransi antar umat beragama harus terus dijaga.
“Jayapura menjadi rumah bersama dan tugu harmoni itu bisa menjadi symbol keberagaman antar umat beragama yang senatiasa hidup rukun di kota ini,”kata Frans Pekei disela – sela kegiatan deklarasi di PTC Entrop, Rabu (24/1).
Ia meminta warga memahami maksud dibangunnya tugu harmoni tersebut dimana Kota Jayapura menjadi miniature Indonesia yang menyimpan keberagaman suku ras dan agama namun toleransi antar umat hingga kini masih terjaga. “Ya saya meminta itu dipahami, kita jaga bersama keberagaman ini dan symbol yang sudah dibangun ini jangan sampai rusak lagi,” tutupnya. (ade/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…